Kamis, 12 Januari 2017

Asal-Usul Desa Bakung


Dahulu pada zaman keraton desa Bakung hanya berupa hamparan tanah yang luas. Pada suatu saat mengalami kebanjiran dan banyak bunga yang hanyut. Suatu ketika banjir sudah surut banyak bunga yang menyebar di hamparan itu.
 
Suatu hari ada seorang nenek, beliau mendirikan sebuah gubug kecil di hamparan tanah itu. Dan ketika beliau sedang mencari rumput, beliau melihat banyak tumbuh bunga yang indah dan mempunyai ciri-ciri: daunnya lebar kira-kira sebesar telapak tangan orang dewasa, pohonnya pendek dan mempunyai bunga yang berwarna putih. Kemudian nenek tersebut  memberi nama bunga itu menjadi bunga bakung.

Lama-kelamaan tempat tersebut bertambah penduduknya dan menjadi sebuah perkampungan, tetapi perkampungan tersebut belum mempunyai nama. Dan ketika nenek buyut itu sudah meninggal, beliau dimakamkan di samping gubugnya dan masyarakat sekitar menamakan perkampungan tersebut menjadi desa Bakung karena di sekitar gubug nenek  buyut itu terdapat banyak bunga bakung.

Jumat, 23 Desember 2016

Puisi


Sajak-Sajak Rindu

Duhai pelita ...
kala rindu kian menggebu
menggoreskan tinta dalam alunan nada cinta
menapaki jejak langkah yang tak kunjung jua tiba

bertanya ??

haru biru yang semakin keras menerjang
bak batu karang terguyur tetesan embun yang tak kan pernah berlubang
andai ku dapati satu sisi bayangan tuk ku jadikan alasan
tak apa harus ku korbankan
demi pejuang yang menggapai harapan
demi harapan yang kan menjadi sebuah tujuan
demi tujuan yang hanya pada satu tumpuan

Sabtu, 05 November 2016

Resume Ilmu Komunikasi



BAB I
RUANG LINGKUP, PENGERTIAN, DAN UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI

RUANG LINGKUP
Komunikasi menggambarkan bagaimana seseorang menyampaikan sesuatu lewat bahasa atau simbol-simbol tertentu kepada orang lain.
PENGERTIAN KOMUNIKASI
Rogers dan D. Lawrence kincaid (1981), mendefinisikan komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam.
Shannon dan Weaver (1949) bahwa komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling pengaruh memengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak disengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni dan teknologi.
UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI
1.    Sumber atau pengirim pesan
2.    Pesan
3.    Media
4.    Penerima
5.    Pengaruh atau efek
6.    Tanggapan Balik atau umpan balik
7.    Lingkungan


BAB II
TIPE KOMUNIKASI

Seperti halnya definisi komunikasi, klasifikasi tipe atau bentuk komunikasi dikalangan para pakar juga berbeda satu dengan lainnya. Klasifikasi itu didasarkan atas sudut pandang masing-masing pakar menurut pengalaman dan bidang studynya. Tipe komunikasi yang akan dibicarakan dalam resume buku ini terbagi dalam empat macam tipe, yaitu :
1.    Komunikasi dengan diri sendiri ( intrapersonal communication )
Komunikasi dengan diri sendiri adalah proses komunikasi yang terjadi di dalam diri individu atau dengan kata lain proses komunikasi dengan diri sendiri.
2.    Komunikasi antarpribadi (  interpersonal comunication )
Komunikasi antarpribadi adalah proses komunikasi yang berlangsung antara dua orang atau lebih secara tatap muka.
3.    Komunikasi piblik ( public comunication )
Komunikasi publik biasa disebut komunikasi pidato, komunikasi kolektif, komunikasi retorika, public speaking dan komunikasi khalayak. Apapun namanya, komunikasi publik menunjukkan suatu proses komunikasi dimana pesan-pesan disampaikan oleh pembicara dalam situasi tatap muka didepan khalayak yang lebih besar.
4.    Komunikasi massa ( mass comunication )
Komunikasi massa dapat didefinisikan sebagai proses komunikasi yang berlangsung dimana pesannya dikirim dari sumber yang melembaga kepada khalayak yang sifatnya massal melalui alat-alat yang bersifat mekanis seperti radio, televisi, surat kabar dan film.



BAB III
MODEL KOMUNIKASI

Model ialah suatu gambaran yang sistematis dan abstrak, dimana menggambarkan potensi-potensi tertentu yang berkaiatan dengan berbagai aspek dari sebuah proses. (Book, 1980). Dalam buku ini ada tiga model komunikasi yang perlu diketahui dalam memahami komunikasi antar manusia, yakni :
1.    Model Analisis Dasar Komunikasi
Model ini dinilai sebagai model klasik atau model pemula komunikasi yang dikembangkan sejak Aristoteles, kemudian Lasswell hingga Shannon dan Weaver.
Aristoteles membuat model komunikasi yang terdiri atas tiga unsur :
Siapa
Kepada siapa
Mengatakan apa
                                                                                                               

    Sumber                                Pesan                                     Penerima

2.    Model Proses Komunikasi
Salah satu model yang banyak digunakan untuk menggambarkan proses komunikasi adalah model silkular yang dibuat oleh Osgood bersama Schramm (1954). Kedua tokoh ini mengarahkan perhatian mereka pada peranan sumber dan penerima sebagai pelaku utama komunikasi.
3.    Model Komunikasi Partisipasi
D. Lawrence Kincaid dan Everett M. Rogers mengembangkan sebuah model komunikasi berdasarkan prinsip pemusatan yang dikembangkan dari teori informasi dan sibernetik. Model ini muncul setelah melihat berbagai kelemahan model komunikasi satu arah yang telah mendominasi berbagai riset komunikasi sebelumnya.



BAB IV
DIMENSI DAN PERSPEKTIF ILMU KOMUNIKASI

KOMUNIKASI SEBAGAI PROSES
Komunikasi yang dimaksud adalah suatu kegiatan yang berlangsung secara dinamis. Sesuatu yang didefinisikan sebagai proses, berarti unsur-unsur yang ada didalamnya bergerak aktif, dinamis dan tidak statis. Berlo (1960).
KOMUNIKASI SEBAGAI SIMBOLIK
Hubungan antara pihak-pihak yang ikut serta dalam proses komunkasi banyak ditentukan oleh simbol atau lambang-lambang yang digunakan dalam berkomunikasi. Simbol yang dinyatakan dalam bentuk bahasa lisan atau tertulis (verbal)maupun melalui syarat-syarat tertentu (non verbal).
KOMUNIKASI SEBAGAI SISTEM
Sistem seringkali didefinisikan dengan kata lain seperangkat komponen yang saling bergantung satu sama lain. Suatu sistem komunikasi memerlukan sifat yang sistemik, yakni, menyeluruh, berurutan, mengontrol dirinya, seimbang, adaptif dan memiliki tujuan.
KOMUNIKASI SEBAGAI AKSI
Aksi dan interaksi menurut Miller (2005:6) menuntut reaksi balik dari penerima informasi kepada pemberi informasi.
KOMUNIKASI SEBAGAI AKTIVITAS SOSIAL
Komunikasi yang berhubungan dengan sesama manusia atau masyarakat.
KOMUNIKASI SEBAGAI MULTIDIMENSIONAL
Dalam komunikasi ini ada dua tingkatan yang dapat diidentifikasi, yakni dimensi isi dan dimensi hubungan.
BAB V
FUNGSI KOMUNIKASI

Sean MacBride, ketua masalah-masalah komunikasi UNESCO (1980) mengemukakan bahwa komunikasi massa dapat berfungsi sebagai berikut :
1.    Informasi
2.    Sosialisasi
3.    Motivasi
4.    Bahan diskusi
5.    Pendidikan
6.    Memajukan kebudayaan
7.    Hiburan
8.    Integrasi

Harold D. Laswell mengemukakan bahwa fungsi komunikasi antara lain :
1.    Manusia dapat mengontrol lingkungannya
2.    Beradaptasi dengan lingkungan tempat mereka berada
3.    Melakukan transformasi warisan sosial kepada generasi berikutnya.







BAB VI
KOMUNIKASI SEBAGAI ILMU YANG MULTIDISIPLIN

Komunikasi sebagai ilmu yang multidisiplin sejak dulu telah dikembangkan oleh bnayak ilmuwan yang berasal dari luar bidang komunikasi. Para ahli ini telah menyumbangkan pikirannya dari berbagai hasil penelitian dan kajian dalam bentuk konsep, model dan teori yang nantinya dapat memberi kontribusi dalam pengembangan ilmu komunikasi. Beberapa diantaranya dapat disebutkan yakni :
1.    John Dewey ( Psikologi dan Filsafat )
2.    Charles Horton Cooley ( sosiologi )
3.    Robert E Park ( Filsafat dan Sosiologi )
4.    George Herbert Mead ( Filsafat dan Psikologi )
5.    Kurt Lewin ( Psikologi )
6.    Nobert Weiner ( Matematika )
7.    Harold D. Laswell ( Ilmu Politik )
8.    Carl Hovland ( Psikologi Eksperimen )
9.    Paul F. Lazarsfeld ( Matematika dan Sosiologi )
10. Claud E. Shannon ( Elektronika )
11. Wilbur Schramm ( Kesusastraan )
12. Everett M. Rogers ( Sosiologi pedesaan )
13. Nora C. Quebral ( komunikasi )
14. Astrid Sunarti Susanto ( sosiologi komunikasi )
15. Muhammad Alwi Dahlan ( Komunikasi )




BAB VII
KOMUNIKATOR

Komunikator adalah pihak yang mengirim pesan kepada khalayak. Seorang komunikator harus terampil berkomunikasi dan juga kaya ide serta penuh daya kreativitas. Syarat-syarat yang harus dipenuhi seorang komunikator :
1.    Mengenal diri sendiri
Untuk memahami diri sendiri, Joseph Luft dan Harrington Ingham memperkenalkan sebuah konsep dengan nama “Johari Window”. Sebuah kaca jendela terdiri atas empat bagian, yakni wilayah terbuka, wilayah buta, wilayah tersembunyi dan wilayah tak dikenal.
2.    Kepercayaan ( Credibility )
a.    Initial credibility = sebelum proses komunikasi berlangsung
b.    Derived Credibility = saat komunikasi berlangsung
c.    Terminal Credibility = diperoleh setelah pendengar atau pembaca mengikuti ulasan komunikator.
3.    Daya Tarik ( attractiveness )
4.    Kekutan ( Power )







BAB VIII
PESAN ( KODE VERBAL DAN NONVERBAL )

Pesan yang dikirim komunikator kepada penerima terdiri atas rangkaian simbol dan kode.
SIMBOL DAN KODE
Simbol adalah lambang yang memiliki suatu obyek, sementara kode adalah seperangkat simbol yang telah disusun secara sistematis dan teratur sehingga memiliki arti. ( David K. Berlo:1960)
Kode pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua macam :
1.    Kode Verbal
2.    Kode Nonverbal, kode ini dapat dikelompokkan menjadi beberapa bentuk :
a.    Kinesics  = gerakan-gerakan badan, diantaranya ; Emblems, illustrators, effect displays, regulators, adaptory.
b.    Gerakan mata
c.    Sentuhan ( Touching )
d.    Paralanguage =isyarat yang ditimbulkan dari tekanan atau irama suara sehingga penerima dapat memahami suara dibalik apa yang diucapkan.
e.    Diam
f.     Postur tubuh
g.    Kedekatan dan ruang
h.    Artifak dan visualisasi
i.      Warna
j.     Waktu
k.    Bunyi
l.      Bau


BAB IX
MEDIA

Media adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak. Ada beberapa pakar psikologi memandang bahwa dalam komunikasi antar manusia, media yang paling dominan dalam berkomunikasi. Media yang dimaksud adalah yang digolongkan atas empat macam :
1.    Media Antar Pribadi
Untuk hubungan perorangan ( antar pribadi ), media yang tepat digunakan adalah kurir ( utusan ), surat dan telepon.
2.    Media Kelompok
Dalam aktivitas komunikasi yang melibatkan khalayak lebih dari 15 orang, maka media komunikasi yang banyak digunakan adalah media kleompok, misalnya rapat, seminar dan konferensi.
3.    Media Publik
Kalau khalayak sudah lebih dari 200 orang, maka media komunikasi yang digunakan biasanay disebut media publik, misalnya rapat akbar, rapat raksasa dan semacamnya.
4.    Media Massa
Media massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak ( penerima ) dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis, seperti surat kabar, film, radio dan televisi.




BAB X
GANGGUAN DAN RINTANGAN KOMUNIKASI

Menurut Shannon dan Weaver (1949) gangguan komunikasi terjadi jika terdapat intervensi yang mengganggu salah satu elemen komunikasi, sehingga proses komunikasi tidak dapat berlangsung secara efektif. Sedangkan rintangan komunikasi dimaksudkan ialah adanay hambatan yang membuat proses komunikasi tidak dapat berlangsung sebagaimana harapan komunikator dan penerima. Gangguan atau rintangan komunikasi dapat dibedakan atas enam macam, yaitu :
1.    Gangguan teknis
2.    Gangguan semantik dan psikologis
3.    Rintangan fisik
4.    Rintangan status
5.    Rintangan kerangka berfikir
6.    Rintangan budaya









BAB XI
PENERIMA

Penerima biasa disebut dengan istilah khalayak, sasaran, pembaca, pendengar, pemisra, audience, decorder atau komunikan. Da tiga aspek yang perlu diketahui seorang komunikator menyangkut khalayaknya, yakni :
1.    Aspek Sosiodemografik, komunikator perlu memahami hal-hal :
a.    Jenis kelamin
b.    Usia
c.    Populasi
d.    Lokasi
e.    Tingkat pendidikan
f.     Bahasa
g.    Agama
h.    Pekerjaan
i.      Ideologi
j.     Pemilikan media
2.    Aspek Psikologis
a.    Emosi
b.    Pendapat
c.    Keinginan
3.    Aspek Karakteristik
A.    Hobi
B.    Nilai dan norma
C.    Mobilitas sosial
D.   Perilaku komunikasi
Cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui data sosiodemografik, profil psikologis dan karakteristik perilaku khalayak : survey, melihat data potensi atau buku statistik yanga da dan wawancara.
BAB XII
PENGARUH

Pengaruh adalah salah satu elemen dalam komunikasi yang sangat penting untuk mengetahui berhasil tidaknya komunikasi yang kita inginkan. Pengaruh dapat dikatakan mengenah jika perubahan (p) yang terjadi pada penerima sama dengan tujuan (T) yang diinginkan oleh komunikator (P=T), atau seperti rumus yang dibuat oleh Jamias, yakni pengaruh (P) sangat ditentukan oleh sumber, pesan, media dan penerima (P=S/P/M/P).
Pengaruh bisa terjadi dalam bentuk perubahan pengetahuan (knoewledge), sikap (attitude), dan perilaku (behavior).
-       Pada tingkat pengetahuan pengaruh bisa terjadi dalam bentuk perubahan persepsi dan perubahan pendapat.
-       Adapun yang dimaksud dengan perubahan sikap, ialah adanya perubahan internal pada diri seseorang yang diorganisasi dalam bentuk prinsip, sebagai hasil evaluasi yang dilakukannya terhadap suatu objek baik yang terdapat dalam maupun diluar dirinya.
-       Sementara perubahan perilaku adalah perubahan yang terjadi dalam bentuk tindakan.








BAB XIII
PERKEMBANGAN TERAKHIR ILMU KOMUNIKASI

Di Indonesia, studi komunikasi diperkenalkan pertama kalinya dengan nama ilmu penerangan di Universitas Gadjah Mada tahun 1948, yang tadinya banyak berorientasi pada ilmu radio, diganti dengan nama publistik lalu berubah lagi menjadi komunikasi. Sejalan dengan perkembangan teknologi komunikasi dan perkembangan masyarakat yang makin kompleks dan global. Kini pendidikan komunikasi di Indonesia mengalami perkembangan dengan sangat pesat.
Kebutuhan yang multisektoral ini telah mendorong lahirnya spesialisasi baru dalam studi ilmu komunikasi, misalnya komunikasi antar budaya, komunikasi antarbudaya, komunikasi organisasi, komunikasi pembangunan, komunikasi pemasaran, komunikasi kesehatan, komunikasi politik, teknologi komunikasi, management komunikasi, komunikasi internasional dan sebagainya. Kehadiran spesialisasi baru ini makin banyak memberi sumbangsi terhadap pertumbuhan metodologi dan teori dalam memperkokoh dan eksistensi ilmu komunikasi sebagai kajian ilmiah yang sejajar dengan ilmu-ilmu lainnya.